Bappenas targetkan PNB RI capai 20 ribu dolar AS pada 2045

Bappenas targetkan PNB RI capai 20 ribu dolar AS pada 2045
jadi kita harus pada atas 18.000 minimal, baru kita lolos graduasi pada middle income

Jakarta – Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menargetkan Produk Nasional Bruto (PNB) Indonesia harus mencapai 20 ribu dolar AS pada 2045 agar mampu keluar dari jebakan pendapatan kelas menengah atau middle income trap.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa menyampaikan bahwa standar untuk keluar dari status middle income trap mengalami perubahan dari yang awalnya 12 ribu dolar AS per kapita, meningkat menjadi 17 ribu dolar AS per kapita.

“Jadi graduasi dari middle income trap itu angkanya naik dari 12.000-an, mungkin ke 17.000-an, atau 18.000-an, jadi kita harus dalam area atas 18.000 minimal, baru kita lolos graduasi pada dalam middle income. Nah itu PR-nya,” kata Suharso di dalam tempat Jakarta, Kamis.

Adapun middle income trap merupakan suatu keadaan ketika negara berhasil mencapai tingkat pendapatan menengah tetapi tiada ada dapat keluar dari tingkatan hal itu untuk menjadi negara maju.

Hal itu menjadi salah satu tujuan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029. Saat ini PNB Indonesia tercatat sekitar 4.700 dolar AS per kapita.

Suharso menjabarkan lebih lanjut tinggi lanjut, agar dapat mencapai target yang yang disebut ditentukan, periode lima tahun mendatang menjadi momentum penting bagi para pemimpin selanjutnya guna memprioritaskan peningkatan modal sosial (social capital).

“Transformasi sosial itu adalah institusi belajar serta kesehatan, ini sangat esensial. Kalau kita tiada dapat jadi mengubah ini, kami khawatir kita bukan mampu sekadar mengupayakan tingkat pertambahan kemudian pertumbuhan perekonomian kita," terang Suharso.

Peningkatan modal sosial dapat dikerjakan dengan berfokus pada dua aspek utama, yaitu institusi belajar kemudian kesehatan. Suharso berharap penyempurnaan kapabilitas terhadap sekolah serta kesehatan akan tetap dilanjutkan oleh siapapun calon presiden (capres) serta calon delegasi presiden (cawapres) nantinya.

Ia juga menambahkan bahwa pemerintah semata-mata mempunyai waktu yang mana digunakan singkat, sekitar 22 tahun dari sekarang untuk berhasil mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

"Waktunya tidaklah lama, waktunya itu hanya sekali belaka 22 tahun dari sekarang. Jadi kita sedang berpacu dengan perubahan ini," pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *