Tangerang – Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional terus berupaya melakukan penetrasi pasar ekspor ke pasar non tradisional, khususnya Tunisia, Bosnia juga Herzegovina, Kenya, Pakistan, serta Aljazair.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Didi Sumedi mengatakan, secara umum, nilai tren ekspor Indonesia ke negara ini pada periode 2018-2022 tumbuh positif.
"Ini luar biasa. Pasar ekspor ke lima negara ini harus terus digarap," ujar Didi dalam acara "Ambassador Dialogue Series: Grab The Market" dalam dalam Trade Expo Indonesia 2023, ICE BSD Tangerang, Banten, Kamis.
Didi menyebut, pada periode ini tren ekspor Indonesia ke Tunisia sebesar 34,01 persen, Kenya 19,57 persen, Pakistan 20,69 persen, Aljazair 13,63 persen serta Bosnia lalu Herzegovina -10,27 persen.
Lebih lanjut, dalam memasuki pasar non tradisional terdapat sebagian tantangan, mengingat pertumbuhan perekonomian dunia yang dimaksud itu masih melambat. International Monetary Fund (IMF) memproyeksikan pertumbuhan kegiatan kegiatan ekonomi dunia akan melambat dari 3,4 persen pada 2022 menjadi 2,9 persen pada 2023.
"Hal ini biasanya linier dengan permintaan impor dunia. Artinya, pertumbuhan akan sedikit turun sehingga persaingan dengan negara lainnya semakin ketat," kata Didi.
Didi mengajak pelaku perniagaan Indonesia untuk melirik pasar negara non tradisional seperti Afrika, Asia Selatan, Asia Tengah, serta Eropa Barat lantaran sangat menjanjikan.
Menurutnya, kemungkinan pasar di dalam dalam wilayah ini mencapai 1,5 miliar penduduk. Terlebih, item yang digunakan itu diminati dalam tempat wilayah Afrika sangat relevan dengan item yang tersebut mana dihasilkan Indonesia.
Indonesia dinilai dapat memenuhi permintaan produk-produk dasar kebutuhan sehari-hari seperti pakaian, alas kaki, hingga barang kecantikan sehingga untuk memasuki pasar yang digunakan relatif bukan berat.
"Kami optimistis dari sisi barang ke negara wilayah hal yang permintaan dapat dipenuhi pelaku usaha Indonesia. Mudah-mudahan informasi yang mana mana disampaikan pada kegiatan ini bermanfaat untuk pelaku bidang usaha Indonesia," kata Didi.
Pada 2022, nilai ekspor nonmigas Indonesia ke negara Tunisia, Bosnia lalu Herzegovina, Kenya, Pakistan, juga Aljazair mencapai 5,27 miliar dolar AS. Nilai Ini naik 11,97 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya yang dimaksud digunakan tercatat 4,71 miliar dolar AS,l.
Produk utama ekspor Indonesia ke lima negara yang dimaksud disebut yaitu lemak lalu minyak hewan/nabati, unsur bakar mineral, serat stafel buatan, kertas/karton, kendaraan juga bagiannya, serta minyak atsiri, kosmetik wangi-wangian.